Close
Close

Pemkab Bursel Cari Solusi Tekan Harga Tiket

Namrole,SBS_Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Pemkab Bursel) melalui Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily tengah bergerak cepat melakukan negosiasi ulang skema subsidi dengan maskapai Trigana Air, demi mengatasi mandeknya arus transportasi udara komersial rute Namrole–Ambon akibat lonjakan biaya operasional global. Langkah strategis lewat ini diambil langsung oleh pemerintah daerah untuk menyelamatkan pelayanan publik sekaligus menggairahkan kembali urat nadi perekonomian masyarakat Bursel yang terdampak akibat berhentinya penerbangan.

​"Kami saat ini menunggu kedatangan pihak Trigana untuk kembali membahas harga subsidi tiket. Pada pertemuan sebelumnya, mereka sempat meminta kenaikan subsidi dari yang awalnya seratus ribu rupiah lebih menjadi tiga ratus ribu rupiah per kursi," tutur Wakil Bupati Bursel, Gerson Eliaser Selsily, saat memberikan keterangan kepada media, Jumat, 10 Juli 2026, via telepon gengamnya. 

​Menurut Gerson, lumpuhnya operasional Trigana Air di wilayahnya dipicu oleh gejolak ekonomi global yang tidak menentu. Lonjakan harga avtur dunia serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memukul telak biaya operasional maskapai. Mengingat sebagian besar pengadaan suku cadang pesawat berbasis mata uang dolar, defisit anggaran yang dialami maskapai pun membengkak secara signifikan. Fenomena ini dinilai tidak hanya mengancam sektor transportasi di Bursel, melainkan juga berpotensi menghentikan rute penerbangan Trigana di beberapa daerah lain di Indonesia.

​Sebelum mengambil keputusan untuk berhenti beroperasi sementara, Trigana Air sebenarnya sempat melakukan uji coba dengan menaikkan harga tiket mandiri di kisaran Rp800 ribuan dengan frekuensi dua kali penerbangan. Namun, kebijakan menaikkan tarif tersebut justru membuat animo dan daya beli masyarakat menurun drastis. Alih-alih menutup biaya operasional, maskapai justru terus merugi akibat sepinya penumpang, hingga akhirnya memilih opsi penghentian penerbangan sementara.

​Menyikapi tuntutan kenaikan subsidi sebesar Rp300 ribu per kursi dari pihak maskapai, Pemkab Bursel menilai angka tersebut terlalu membebani postur fiskal daerah. Sebagai jalan keluar yang bijaksana, Pemkab kini tengah menyiapkan formulasi posisi tawar yang seimbang (equilibrium) agar tidak mengorbankan keuangan daerah namun tetap rasional bagi maskapai. Salah satu wacana opsi yang mengemuka adalah mengurangi volume frekuensi penerbangan yang biasanya tiga kali seminggu demi menekan total biaya subsidi.

​Di sisi lain, perwakilan Trigana Air menyambut baik prinsip hitung ulang yang ditawarkan oleh pemerintah daerah. Mereka berjanji akan segera berkunjung kembali ke Bursel untuk membahas nilai penawaran final dalam waktu dekat.

​Wabup Gerson juga menegaskan bahwa rute penerbangan Namrole–Ambon pada dasarnya merupakan jalur komersial yang terbuka bagi pihak manapun. Kendati pemerintah daerah sangat menyambut baik kehadiran maskapai lain, saat ini Trigana Air menjadi satu-satunya maskapai yang memiliki spesifikasi armada yang sesuai dan layak dengan kondisi landasan pacu (runway) Bandar Udara Namrole. Oleh karena itu, Pemkab Bursel berkomitmen penuh mencari keputusan terbaik agar mobilitas masyarakat kembali normal tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara berlebihan. (Yul) 

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

أحدث أقدم