Close
Close

Stok Bapok di Bursel Aman Hingga Sepekan Paska Idul Fitri

Namrole,SBS_Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dipastikan memiliki pasokan bahan pokok (bapok) yang memadai hingga satu pekan setelah perayaan Idul Fitri. 

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bursel, Abdulah Tualeka, setelah timnya melakukan serangkaian inspeksi mendadak, Kamis, 12 Maret 2026, di pasar Namrole. 

Upaya pemantauan ketersediaan bapok dan kestabilan harga menjelang hingga sesudah Idul Fitri telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama dinas terkait. Hasilnya, stok bapok dilaporkan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan dinas terkait setelah melakukan operasi pasar untuk mengecek ketersediaan bapok dan kestabilan harga menjelang idul fitri maupun seminggu setelah lebaran pun stok bapok masih tersedia," kata Tualeka

Secara spesifik, Tualeka mengonfirmasi bahwa ketersediaan beras diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar tujuh hari pasca Idul Fitri. 

Kedatangan pasokan beras melalui feri dan tol laut juga menjadi penopang utama ketersediaan ini. "Hari ini ada beras yang masuk dengan feri dan juga tol laut juga sebentar sudah bongkar muat, ketersediaan bapok sesudah lebaran masih tersedia juga," tutur Tualeka.

Dalam inspeksi yang dilakukan, tim menemukan adanya variasi harga pada penjualan telur. Untuk mengatasi hal ini, para penjual diminta untuk menyamakan harga demi menjaga stabilitas.

"Ada beberapa toko yang harganya berbeda dan kita meminta menyamakan harga karena semua telur yang dipasok di Bursel diambil dari satu toko distributor di Kota Ambon. Alhamdulilah syukur mereka menerima sehingga harga telur dan lainnya bisa distabilkan," kata pria yang akrab disapa Ayah Dulah ini.

Selain isu harga, tim juga menemukan sejumlah produk yang sudah kadaluarsa masih terpajang di etalase toko. Alih-alih menerapkan sanksi hukum berat, TPID memilih pendekatan penyitaan dan pemusnahan produk-produk tersebut dengan disaksikan langsung oleh pemilik toko.

"Produk pangan dan cemilan yang banyak ditemukan kadaluarsa," ucap Tualeka.

Proses penanganan produk kadaluarsa ini melibatkan pembuatan berita acara antara dinas perdagangan dan pemilik toko, sebelum akhirnya dimusnahkan di hadapan pemiliknya.

Kegiatan pemantauan ini melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang diketuai oleh Abdulah Tualeka, bersama dengan unsur kepolisian setempat. Mereka secara langsung meninjau harga kebutuhan pokok di pasar koperasi Barasehe, pasar rakyat modern Kai Wait, serta sejumlah agen di kota Namrole. (Yul) 

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

أحدث أقدم