Namrole, SBS_ Memperkuat pembentukan karakter sekaligus perlindungan anak, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Namrole resmi bergandengan tangan dengan Komunitas Pemerhati Anafina untuk menggelar sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) dan pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini berlangsung interaktif di Tribun Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kolaborasi lintas pihak ini digelar untuk memberikan edukasi menyeluruh sejak dini kepada peserta didik. Melalui sosialisasi bersama Komunitas Anafina, para siswa dibekali pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan, pentingnya santun bergaul, serta cara menjaga diri dan saling melindungi di dalam maupun luar lingkungan sekolah.
Perwakilan Komunitas Pemerhati Anafina, Olizhia Jane Mairuhu, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan respons nyata atas maraknya kasus kekerasan seksual dan perkawinan anak di Bursel. Komunitasnya berkomitmen menjangkau sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA, serta tempat ibadah.
"Kami mencoba berkontribusi bagi daerah ini agar anak-anak tahu tentang kekerasan seksual dan mulai belajar menjaga diri. Kami berharap masyarakat juga makin sadar akan hak anak dan ikut berpartisipasi menjaga mereka," ujar Olizhia.
Sinergi ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala SDN 03 Namrole, Lisye Linda De Fretes, mengapresiasi dukungan Komunitas Anafina dalam membentengi para siswa. "Saya atas nama pimpinan SD Negeri 03 Namrole mengharapkan kegiatan pencegahan ini terus dilakukan agar ke depan tidak ada lagi perundungan terhadap teman, karena perundungan bukanlah perbuatan yang terpuji," tegas Lisye.
Hal senada diutarakan Wakasek Kesiswaan SDN 03 Namrole, Elisabet Timisela. Ia menekankan bahwa edukasi kolaboratif ini penting agar budaya saling menghormati tertanam kuat dalam diri murid sejak awal masa persekolahan.
Anggota Komunitas Anafina, Serli Tasane, menambahkan bahwa SDN 03 Namrole menjadi lokasi perdana dari rangkaian program ini. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Bursel.
Serli juga menggarisbawahi pentingnya peran keluarga untuk melengkapi kerja sama antara sekolah dan komunitas. "Di sekolah bukan hanya guru yang mengawasi, tetapi sangat dibutuhkan fungsi kontrol dan perhatian orang tua di rumah agar anak-anak kita terhindar dari perundungan maupun kekerasan seksual," kata Tasane. (Yul)

إرسال تعليق
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!