Namrole,SBS_ Krisis ketersediaan darah di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang telah berlangsung selama 17 tahun terakhir menjadi perhatian serius kepengurusan baru Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. Ketua Terpilih PMI Kabupaten Bursel periode 2026–2031, Husen Sowakil, menegaskan komitmennya untuk segera membangun bank darah (Unit Donor Darah) dan markas komando PMI di bumi Lolik Lalen Fedak Fena tersebut.
Komitmen besar ini disampaikan Husen di sela-sela Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Penginapan Erdogan, Namrole, Sabtu, 16 Mei 2026
"Hari ini teman-teman telah mempercayakan saya memimpin PMI Kabupaten Bursel. Ini adalah tanggung jawab pengabdian yang harus dilanjutkan. Selain konsolidasi struktur, fokus utama kami adalah membangun bank darah dan markas PMI," ujar Husen kepada media.
Sering "Minta Tolong" ke TNI-Polri
Langkah progresif ini diambil bukan tanpa alasan. Husen membeberkan fakta miris yang selama ini dialami masyarakat Bursel. Setiap kali ada pasien darurat yang membutuhkan transfusi darah, keluarga pasien kerap terlantar karena kesulitan mencari pendonor.
Alhasil, jalan pintas yang sering diambil adalah mendatangi markas Kompi TNI atau Polres setempat untuk meminta bantuan anggota instansi tersebut yang memiliki golongan darah yang cocok.
Untuk memutus rantai kesulitan tersebut, PMI Bursel akan bergerak cepat lewat dua langkah strategis awal:
Membangun database relawan donor darah yang terstruktur dan mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Daerah terkait teknis pembangunan fisik fasilitas kesehatan ini.
Rencana ini pun mendapat respons positif dari pemangku kebijakan. Bupati Bursel La Hanidi, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, serta Asisten I secara tegas menyatakan dukungan penuh mengingat kebutuhan transfusi darah merupakan urgensi keselamatan nyawa masyarakat yang tidak bisa ditunda.
"Kami sudah mengusulkan pembangunannya. Target kami, paling lambat tahun 2027 fasilitas Markas PMI dan Bank Darah ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh warga Bursel," ucap Husen optimistis.
Maluku Baru Punya Satu Unit Donor Darah
Tantangan ini diakui pula oleh Caretaker PMI Bursel, Jhon Huliselan. Menurut Jhon, Provinsi Maluku saat ini baru memiliki satu Unit Donor Darah yang berpusat di Kota Ambon. Hal ini membuat wilayah kabupaten seperti Bursel sangat rentan jika terjadi situasi darurat medis.
"Dari segi kesiapan, Bursel sebenarnya sangat siap dan memang sudah sangat membutuhkan kehadiran Unit Donor Darah secepatnya," kata Jhon penuh harap kepada kepengurusan baru.
Siaga Bencana "Musim Timur"
Selain fokus pada pembenahan fasilitas kesehatan dan internal organisasi sesuai AD/ART, PMI Bursel di bawah komando Husen Sowakil juga langsung dihadapkan pada tantangan alam.
Mengingat wilayah Bursel saat ini telah memasuki 'Musim Timur', pengurus baru bergerak cepat menyusun program mitigasi dan antisipasi siaga bencana. Langkah ini diambil guna memastikan wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana dapat tertangani dengan cepat dan tepat di tengah cuaca ekstrem. (Yul)

Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!