Close
Close

Pengalihan Gaji ASN 3 OPD di Bursel Akhirnya Dibatalkan LHM

Namrole, SBS_Pengalihan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bursel dari Bank Maluku-Malut Cabang Namrole ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Modern Ekspress Cabang Namrole, akhirnya dibatalkan Bupati Kabupaten Bursel, La Hamidi. 


"Minggu kemarin sewaktu saya masih di Ambon, saya menelpon Sekda dan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memanggil kepala cabang Bank Modern. Jadi tidak ada lagi pindah pembayaran gaji ASN ke Bank Modern, pemotongan kredit saja yang dilakukan oleh Bank Maluku-Malut, " kata Bupati, kepada Suara Buru Selatan, Rabu, 20 Agustus 2025, di ruang kerjanya. 


La Hamidi menjelaskan, kepentingan Bank Modern Ekspress adalah bagaimana kredit yang dilakukan oleh ASN itu bisa dipotongan langsung oleh Bank Maluku-Malut Cabang Namrole. 


"Jadi tidak perlu lagi dipolemikkan, yang membenturkan saya dan Pak Gubernur. Saya juga tahu bahwa Bank Maluku-Malut itu adalah Bank kita. Kita juga punya modal investasi di Bank Maluku-Malut Cabang Namrole, " ucap jebolan Universitas Iqra Buru ini. 


LHM menuturkan, tahun ini Pemkab Bursel tambahkan 1 Milyar investasi di Bank plat merah itu, tahun depan kita lihat lagi ruang fiskal kita, kalau bisa untuk kita tambah, kita tambah lagi. 

Karena kita harus support Bank Maluku-Malut. Dimana, tahun ini kita punya dividen 5,4 M. 


"Jadi soal informasi yang bergulir 300 juta dari Bank Modern itu terjadi pada saat rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bursel, ketika kepala cabang Namrole didesak dan dibentak tentang kontribusi Bank Modern. Lalu dia sampaikan, bahwa BPR Modern Ekspress punya kontribusi itu sudah 300 juta dari tahun 2022," tutur pria kelahiran 23 Juni ini. 


Bupati mengatakan, setelah dia konfirmasi ke kepala BPKAD Jeane Rinsampessy, dan kepala BPKAD membenarkan kontribusi Bank Modern senilai 300 juta itu ada, dan dia tergambar di jasa giro. 


"Jadi tidak ada pihak-pihak yang 300 juta ini mengalir ke mana-mana dan itu bisa di crosscheck. Saya perlu meluruskan informasi miring ini sehingga menjadi bola liar di luar, bahwa ada hal-hal yang terjadi di bawah meja dan lain sebagainya seperti dituding, Itu tidak ada, " ujar LHM. 


Dia menjelaskan, sebagai kepala daerah ia tidak memiliki kepentingan lain, selain memberikan kesempatan yang sama bagi pertumbuhan ekonomi kepada bank lainnya. 


Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyadari, Bank Maluku-Malut ini bila diibaratkan anak, dia anak kandung tapi kita juga perlu membuka ruang investasi kepada yang lain, tidak boleh ego juga. Yang lain silahkan berinvestasi sepanjang itu berkontribusi kepada daerah ini. Kita tetap berpihak kepada Bank kita. 


"Dari keputusan ini sempat membuat ade-ade mau demo bahkan DPRD ingin membuat Panitia Khusus (Pansus), saya pikir lebih baik buat pansus lainnya, misalnya pansus pembangunan mesjid raya itu lebih mengigit, kalau di kasus 300 juta ini tidak terlalu mengigit dan sebenarnya tidak ada masalah disitu juga, " kata mantan anggota DPRD Bursel ini. (Yul)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

أحدث أقدم