Namrole,SBS_Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan (Bursel) resmi memulai babak baru pembangunan pertanian melalui program hilirisasi ubi kayu yang dicanangkan langsung di Desa Tikbary, Kecamatan Namrole, Minggu, 11 Oktober 2026. Langkah awal ini ditandai dengan penanaman perdana ubi kayu varietas Garuda di atas lahan percontohan seluas 2,5 hektar.
Bupati Bursel La Hamidi menegaskan, program hilirisasi ini dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mengubah pola pertanian daerah.
"Komoditas ubi kayu tidak lagi hanya diproduksi sebagai bahan mentah, melainkan dikelola secara menyeluruh mulai dari penyediaan sarana, pengolahan pascapanen, hingga pembentukan industri pengolahan lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat, " ujar La Hamidi, dalam sambutannya.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan provinsi. Dari total potensi lahan ubi kayu di Provinsi Maluku seluas 155.026 hektar, sekitar 92,44 persen atau seluas 143.440 hektar berada di Kabupaten Bursel. Potensi raksasa tersebut didukung oleh lahan plasma petani seluas 3.061 hektar yang tersebar di enam kecamatan, serta dorongan agar program ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2027 melalui kemitraan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I.
Bupati ketiga Bursel mengatakan, untuk mempercepat produktivitas, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 5 unit traktor roda empat dan 20 unit hand traktor.
La Hamidi berpesan agar alsintan tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel oleh Dinas Pertanian bersama kelompok tani demi mendongkrak efisiensi serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Maluku yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyatakan bahwa hilirisasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi alternatif seperti bioetanol maupun beras analog.
"Atas nama pemerintah provinsi Maluku, saya memberikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Bursel, yang telah mengambil langkah nyata untuk kemandirian pangan dan energi melalui kegiatan penanaman ubi kayu hari ini, guna mewujudkan hilirisasi dan industrialisasi berbasis pangan lokal potensial di Kabupaten Bursel, " tutur Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Penanaman perdana turut diikuti oleh Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asri Arman, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, Komandan Kodim (Dandim) 1506 Namlea, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Heribertus Purwanto. (Yul)

Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!