Namrole, SBS_ Pelantikan Husen Sowakil sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) masa bakti 2026–2031 secara resmi mengakhiri spekulasi dualisme kepengurusan di daerah tersebut. Kepastian legalitas organisasi ini ditegaskan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Jhon Ruhulessin, saat melantik jajaran pengurus baru di Aula Kantor Bupati setempat, Sabtu, 25 Juli 2026.
"Pengurus yang saya lantik hari ini adalah sah berdasarkan konstitusi, undang-undang, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi," tegas Jhon di hadapan jajaran pejabat dan tamu undangan.
Wadah Pengorbanan Demi Kemanusiaan
Dalam kesempatan tersebut, Jhon memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Husen Sowakil dan seluruh jajaran pengurus yang bersedia mengemban misi kemanusiaan ini. Ia pun mengingatkan bahwa PMI adalah arena pengabdian murni yang menuntut ketulusan, bukan tempat mengejar keuntungan materi.
"Kalau terlibat dengan PMI tidak boleh berpikir keuntungan, karena Palang Merah adalah pengorbanan demi kemanusiaan. Anda bahkan harus siap mengeluarkan uang dari saku sendiri untuk kepentingan masyarakat," tutur Ruhulessin.
Dinamika Selesai Lewat Caretaker
Jhon tak menampik bahwa proses kepengurusan di Bursel sempat mengalami penundaan demi membuka ruang dialog dan meredam perbedaan pandangan. Untuk mengawal proses transisi tersebut, pihaknya sempat menunjuk Jhon Huliselan sebagai caretaker guna menjembatani dinamika internal yang ada.
Meski sempat diwarnai dinamika, Jhon menegaskan bahwa roda organisasi PMI tidak boleh mandek. Pelantikan ini menjadi bukti komitmen PMI untuk terus bergerak aktif melayani masyarakat di Kabupaten Bursel. (Y)

إرسال تعليق
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!