Namrole,SBS_ Sudah berbulan-bulan lamanya aktivitas penerbangan dari dan menuju Kabupaten Buru Selatan (Bursel) lumpuh total. Kondisi vakum ini memicu reaksi keras dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bursel, Ahmad Umasangadji, yang mendesak pemerintah kabupaten setempat untuk bergerak cepat menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan maskapai Trigana Air.Umasangadji menegaskan, macetnya akses udara tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya langsung memukul urat nadi perekonomian, pelayanan publik, dan mobilitas warga di daerah kepulauan tersebut.
"Kami minta Pemkab tidak menunda-nunda lagi proses MoU dengan Trigana Air. Penerbangan dari dan ke Bursel harus segera normal kembali. Ini bukan sekadar urusan transportasi, tapi soal nasib pertumbuhan ekonomi daerah yang ikut tersendat," ujar Ketua DPRD Bursel, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurutnya, sebagai wilayah kepulauan, ketergantungan Bursel pada transportasi udara sangat tinggi. Mandeknya jadwal penerbangan otomatis ikut menyandera kelancaran roda pemerintahan serta sektor-sektor vital seperti pelayanan kesehatan darurat, dunia usaha, dan logistik pendidikan.
Selain memulihkan konektivitas wilayah, kepastian operasional maskapai diyakini bakal mengembalikan kepercayaan para investor yang sempat ragu menanamkan modalnya akibat akses yang sulit.
Kendati mendesak percepatan kerja sama, Ahmad mengingatkan Pemkab Bursel agar tetap jeli dalam menyusun klausul kontrak. Ia mewanti-wanti agar tarif tiket yang nantinya diberlakukan tetap berada dalam batas wajar dan terjangkau oleh kantong masyarakat luas.
Di akhir penyataannya, Ahmad memastikan bahwa pihak legislatif siap mengawal dan memberikan dukungan penuh terhadap langkah taktis eksekutif demi memulihkan konektivitas udara di Bumi Fuka Bupolo tersebut. (Yul)

إرسال تعليق
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!