Namrole,SBS_Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menegaskan komitmennya sebagai kekuatan politik yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Hal ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna pada Rabu, 8 April 2026. Agenda organisasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah panggung strategis yang membuktikan soliditas dan kesiapan Golkar Bursel dalam mengawal serta memajukan masa depan daerah.
Mengusung tema yang kuat, “Golkar Solid, Indonesia Maju”, Musda V tampil megah, memancarkan aura wibawa, dan berhasil menjadi ajang konsolidasi energi seluruh elemen partai. Penataan ruang yang elegan berpadu dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dari berbagai lini kehidupan, secara gamblang mengirimkan pesan: Golkar Bursel kini berada di jalur kebangkitan yang signifikan dan penuh harapan.
Pembukaan resmi Musda V dilakukan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar A. Lessy. Dalam pidatonya, beliau mengingatkan kembali jati diri Golkar sebagai organisasi yang kaya akan sejarah, memiliki fondasi ideologis yang kokoh, serta dilandasi tradisi pengabdian yang telah teruji oleh waktu.
"Golkar lahir dari karya dan pengabdian. Itu yang harus terus kita hidupkan. Musda ini adalah momentum kebangkitan, momentum untuk memperkuat struktur, memperluas pengaruh, dan memastikan Golkar benar-benar hadir di tengah rakyat," ujar Umar A. Lessy.
Beliau juga menekankan urgensi Golkar untuk tampil sebagai solusi jitu di tengah ketidakpastian global dan tantangan ekonomi yang kian kompleks. Lebih dari sekadar kekuatan politik, Golkar diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Di tingkat daerah, kepemimpinan Ketua DPD II Partai Golkar Bursel, Asriyadi Tomia, menjadi poros utama yang memancarkan arah kebijakan dan ketegasan partai. Melalui pidato yang tajam dan sarat makna, Asriyadi tidak hanya memaparkan visi masa depan, tetapi juga menyajikan peta jalan yang konkret dan dapat diimplementasikan.
Tomia secara tegas menyatakan bahwa Golkar harus berada di garis terdepan dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur dasar yang sangat krusial bagi masyarakat Bursel.
"Tidak boleh ada lagi wilayah terisolasi di Bursel. Jalan dan jembatan bukan sekadar proyek, tetapi urat nadi kehidupan ekonomi rakyat. Golkar harus memastikan itu terwujud," tutur Asriyadi.
Salah satu sorotan utama dari Musda ini adalah dorongan kuat terhadap agenda hilirisasi pertanian, sebuah gagasan strategis yang mencerminkan kedalaman visi Golkar Bursel.
Menurut Tomia, ketergantungan pada penjualan bahan mentah secara terus-menerus menjadi akar kelambatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak boleh terus menjual bahan mentah. Kita harus mengolah, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memastikan petani menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar penonton," ujar Asriyadi Tomia dengan nada optimis.
Ia menambahkan bahwa Golkar memiliki peran aktif dalam mendorong investasi, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta membuka akses pasar yang lebih luas. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Golkar Bursel tidak hanya berbicara retorika politik, melainkan juga memiliki komitmen serius dan terukur dalam memecahkan persoalan ekonomi riil.
Bupati Buru Selatan, La Hamidi, turut memperkuat legitimasi politik Golkar sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Beliau memandang Musda ini sebagai forum krusial yang tidak hanya menentukan arah organisasi, tetapi juga kontribusinya yang vital bagi pembangunan daerah.
"Golkar adalah kekuatan besar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan. Dengan soliditas yang kuat, Golkar akan menjadi pilar penting dalam mendorong kemajuan Bursel," ucap La Hamidi.
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan soliditas internal sebagai fondasi utama keberhasilan setiap organisasi.
Pelaksanaan Musda V ini juga menjadi etalase nyata dari kekuatan struktur Golkar yang telah mengakar hingga ke tingkat paling bawah. Kehadiran organisasi sayap seperti Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), dan Al Hidayah, bersama dengan pengurus dari enam kecamatan, membuktikan bahwa mesin partai bekerja dengan sangat solid dan terintegrasi.
Di luar agenda politik yang padat, Golkar Bursel juga menunjukkan sisi humanisnya yang menyentuh. Ratusan paket sembako dibagikan kepada masyarakat sebagai penutup kegiatan, sebuah langkah nyata yang menegaskan kehadiran Golkar tidak hanya dalam tataran wacana, tetapi juga dalam aksi konkret ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Kemegahan dan substansi pelaksanaan Musda V ini menjadi simbol transformasi Golkar Bursel menjadi sebuah organisasi yang modern, profesional, dan penuh percaya diri dalam menatap masa depan. Musda ini jelas mengirimkan pesan yang tegas bahwa Golkar Bursel tidak hanya berupaya untuk bertahan, melainkan siap untuk melaju, memimpin, dan mendominasi arah pembangunan daerah dengan visi yang jelas dan langkah yang terukur. (Yul)

Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!