Close
Close

Diduga Ketua PPS Bagi Bansos di Rumah Caleg

Namrole, SBS - Diduga Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Waenono Mayos Luhulima, membagi Bantuan Pangan Tahap III Tahun 2024, di rumah calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buru Selatan (DPRD Bursel), Yance Tasane. 

Berdasarkan penelusuran wartawan media ini, pembagian bansos berupa beras 10 kg ini sudah di bagikan sejak Selasa, 30 Januari 2024 dan masih di berikan kepada sejumlah penerima di keesokan harinya juga. Pembagian di hari Rabu, 31 Januari 2024, akhirnya tidak bisa di lanjutkan, karena aksi pembagian bansos oleh Ketua PPS yang juga staf desa Waenono ini, sudah tercium Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bursel.

Alhasil, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Nikson Nurlatu, bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Namrole langsung turun ke sekretariat PPS Desa Waenono dan menemui Mayos.

Atas peristiwa tersebut Bawaslu telah melakukan langkah pencegahan dengan menyuruh mengembalikan beras itu ke kantor desa Waenono, dan menyarankan untuk bansos di bagi lagi setelah pemilu. 

"Saat ini, beras bansos ini harus di kembalikan ke kantor Desa, dan tidak boleh di bagi dulu, sampai Pemilihan Umum (Pemilu) berakhir, " kata Nurlatu. 

Nikson mengaku, bahwa peristiwa itu sudah terlaksana, maka Bawaslu tetap melakukan penelusuran untuk memastikan apakah ada dugaan pelanggaran atau tidak.

Sarjana ilmu sosial ini, selanjutnya meninggalkan sekretariat PPS Desa Waenono, lantaran ada kegiatan di Kecamatan Fena Fafan dan memerintahkan Ketua Panwascam Namrole Raeham Solissa bersama Kordiv Pengawasan W Sigmarlatu, untuk melalukan pengawasan terhadap puluhan karung beras sisa, untuk di kembalikan ke kantor Desa Waenono. 

Panwascam Namrole pun memantau aktivitas pengembalian puluhan karung beras itu ke kantor Desa Waenono, dan pada kesempatan yang sama juga sempat menyarankan kepada Mayos dan penjabat Kepala Desa Waenono Kriston Nikolas, via telepon gengamnya, untuk bantuan tersebut di pending dulu pembagiannya, atau di kembalikan ke PT Pos untuk kemudian dilakukan pembagian oleh PT Pos, untuk menghindari dugaan keterlibatan perangkat desa dalam penyelenggaraan pemilu. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Bursel Robo Sowakil yang di konfirmasi via pesan Whats App, terkait dugaan pelangaran kode etik Ketua PPS Waenono sebagai penyelenggara pemilu dan netralitas staf desa, mengaku hal ini sementara di dalami. 

Ketua PPS kepada awak media mengaku  bahwa beras bansos ini sebenarnya di Kantor Desa, tetapi karena dirinya sebagai pihak yang memegang kunci kantor Desa saat itu masih makan, akhirnya beras itu di taruh di rumah penjabat Desa, yang sudah menjadi rahasia umum bahwa dirinya merupakan menantu dari mantan Kades Waenono Yance Tasane, yang juga caleg partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) ini.

" Dari dulu saya yang biasanya bagi bansos ini. Dan hal ini tidak diketahui oleh Penjabat Desa, namun di konfirmasikan kepada Penjabat. Pembagian dilakukan di rumah penjabat Desa dan nama penerima bukan Desa yang menentukan, " tutur Luhulima mengelak. 

Lebih lanjut, pihaknya ketika di tanya beberapa kali terkait pembagian itu di lakukan di rumah caleg, dirinya akhirnya mengakui, bahwa karena kondisi rumah penjabat dan caleg leter U, jadi ketika ada yang datang mengambil di rumah caleg, bansosnya di berikan di situ pula. 

" Kita bagi tadi itu di rumah penjabat, karena rumah ini leter U, jadi kalau ada yang datang di rumah penjabat di berikan di rumah penjabat, kalau datang di rumah mantan Kades akan di berikan di rumah mantan Kades, " ucap Ketua PPS Desa Waenono ini. 

Terpisah, sejumlah masyarakat penerima bansos mengaku, bahwa bansos tersebut sudah di terima pada Selasa, 30 Januari 2024 malam dan ada juga yang baru di terima pada Rabu, 31 Januari 2024. Dua penerima bansos tersebut, keduanya mengakui bahwa telah menerima bansos berupa beras 10 kg, yang di berikan kepada mereka, pada Selasa, 30 Januari 2024 malam, bertempat di rumah Calon Legislatif (Caleg) Yance Tasane.

" Iya saya bersama Graca Luhulima, telah menerima bansos, pada kemarin malam, di rumah mantan kepala Desa Waenono Yance Tasane. Bantuan tersebut di berikan oleh Mayos Luhulima, " ujar Jefri Tasane, kepada wartawan, saat di temui di kediamannya, Rabu, 31 Januari 2024.

Anehnya, Graca Luhulima yang namanya tidak terdata dalam daftar penerima, tetapi bisa kebagian bansos yang sama, dengan Jefri. Dimana, menurut pengakuannya, selama ini belum pernah satu bansos di terimanya dari pemerintah Desa Waenono.

" Selama ini saya baru pernah mendapatkan bansos, pada malam hari kemarin, tepatnya di rumah mantan Kepala Desa Waenono. Yang di berikan langsung oleh Mayos Luhulima, " kata Luhulima. (Yul)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post