NAMROLE – Pendidikan sejatinya tidak berhenti pada deretan angka di rapor atau capaian akademik di ruang kelas. Lebih jauh dari itu, pendidikan harus mampu menempa manusia yang berkarakter, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semangat itulah yang menjadi roh pelaksanaan Perkemahan Pendidikan dan Penguatan Karakter (Perdik Tankar) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 11–15 Agustus 2026, dan dipusatkan di Bumi Perkemahan Alun-Alun Kota Namrole, tersebut menjadi panggung besar pendidikan karakter dengan melibatkan 13.001 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Buru Selatan.
Perdik Tankar 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily, pada Selasa (11/8/2026).
Bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Momin Tomanusa, Perdik Tankar bukan sekadar agenda perkemahan maupun kegiatan tahunan. Di balik tenda, api unggun dan aktivitas alam terbuka, tersimpan sebuah proses pendidikan yang dirancang untuk membentuk pribadi peserta didik agar lebih tangguh menghadapi kehidupan.
Menurut Momin, pendidikan karakter akan jauh lebih bermakna ketika peserta didik tidak hanya mendengar dan memahami nilai-nilai kebaikan secara teori, tetapi juga mengalami sendiri prosesnya, mempraktikkannya dan menjadikannya sebagai kebiasaan.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar mereka belajar mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama,” demikian semangat yang ditekankan dalam pelaksanaan Perdik Tankar.
Di lingkungan perkemahan, peserta didik ditantang untuk keluar sejenak dari zona nyaman. Mereka belajar mengatur waktu, menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan lingkungan, menaati aturan, bekerja dalam kelompok hingga saling membantu dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pengalaman tersebut, kata Momin, menjadi bekal berharga bagi generasi muda Buru Selatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan mampu bertanggung jawab atas pilihan serta tindakannya.
Lebih dari itu, pertemuan 13.001 peserta didik dari berbagai sekolah dan kecamatan menjadi ruang pembelajaran sosial yang sangat berharga. Perbedaan latar belakang justru dipertemukan dalam semangat persaudaraan.
“Di sini anak-anak belajar bahwa mereka memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi tetap bisa hidup bersama, bekerja sama dan saling menghargai,” menjadi salah satu nilai yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Menyatukan Perbedaan, Menumbuhkan Persaudaraan
Besarnya jumlah peserta menjadikan Perdik Tankar 2026 bukan sekadar perkemahan, melainkan sebuah miniatur kehidupan sosial. Anak-anak belajar bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi.
Di antara ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah Buru Selatan, tidak ada sekat asal sekolah maupun kecamatan. Semua berdiri dalam satu ruang pendidikan, belajar dalam satu pengalaman dan membangun satu semangat kebersamaan.
Nilai tersebut sejalan dengan pesan Bupati Buru Selatan La Hamidi yang disampaikan melalui Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily saat membuka kegiatan.
Bupati menitipkan tiga nilai utama kepada seluruh peserta, yakni kemandirian dan ketangguhan, gotong royong dan persaudaraan, serta integritas dan kedisiplinan.
“Lepaskan sejenak ketergantungan pada gawai dan kenyamanan rumah. Belajarlah mengelola diri sendiri dan tangguh menghadapi tantangan cuaca serta fisik di alam terbuka,” pesan La Hamidi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda tidak boleh tumbuh dalam ketergantungan terhadap kemudahan teknologi. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengelola diri, beradaptasi dengan keadaan dan berani menghadapi tantangan.
Dalam konteks kehidupan bersama, Bupati juga mengajak peserta menghilangkan ego dan sekat-sekat yang selama ini mungkin terbentuk karena perbedaan lingkungan sekolah maupun daerah.
“Di sini tidak ada sekat, asal sekolah, kecamatan, atau latar belakang. Semua bersaudara dalam satu tenda dan satu tekad. Hilangkan ego pribadi demi keberhasilan bersama,” ujarnya.
Integritas Menjadi Fondasi
Selain kemandirian dan gotong royong, integritas serta kedisiplinan menjadi nilai penting yang terus ditekankan selama pelaksanaan Perdik Tankar.
Peserta didik dibiasakan untuk menghargai waktu, menaati aturan, menjaga komitmen dan bertindak jujur. Sebab, kecerdasan tanpa integritas tidak cukup untuk membangun masa depan daerah.
“Jadilah pribadi yang jujur pada diri sendiri, taat pada aturan perkemahan, dan menghargai waktu. Karakter inilah yang akan membuat kalian dihormati di mana pun kalian berada kelak,” pesan La Hamidi.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi prestasi akademik seorang anak, tetapi juga dari bagaimana ia bersikap ketika berhadapan dengan tanggung jawab, perbedaan, aturan dan persoalan kehidupan.
Jangan Berhenti di Bumi Perkemahan
Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan menegaskan bahwa semangat Perdik Tankar tidak boleh berakhir ketika tenda dibongkar dan peserta kembali ke sekolah masing-masing.
Nilai-nilai yang telah dipelajari selama lima hari harus dibawa pulang dan dihidupkan kembali di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Kemandirian harus menjadi kebiasaan. Disiplin harus menjadi budaya. Gotong royong harus menjadi karakter. Integritas harus menjadi prinsip. Sementara kepedulian terhadap sesama harus tumbuh dalam setiap tindakan.
Dengan demikian, pendidikan karakter tidak berhenti sebagai slogan atau tema sebuah kegiatan, tetapi berkembang menjadi budaya pendidikan yang hidup dan berkelanjutan.
Bagi Dinas Pendidikan Buru Selatan, keterlibatan 13.001 peserta didik dalam Perdik Tankar 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat arah pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Momin Tomanusa berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama kegiatan mampu menjadi bekal yang terus melekat dalam perjalanan mereka.
Sebab, pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan sekadar melahirkan anak-anak yang pintar menjawab soal, tetapi menghadirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Generasi yang mandiri ketika menghadapi kesulitan, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, jujur dalam setiap langkah, mampu bergotong royong, menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama dan memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam membangun masa depan Kabupaten Buru Selatan.
Perdik Tankar 2026 pun menjadi penanda bahwa dari balik tenda-tenda sederhana di Bumi Perkemahan Alun-Alun Kota Namrole, sedang ditanam benih-benih karakter bagi masa depan Buru Selatan. (ML)

Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!