Pembukaan TKA tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memotret kemampuan akademik peserta didik sekaligus memperoleh gambaran mengenai capaian proses pembelajaran yang berlangsung di satuan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Momin memberikan penguatan dan motivasi kepada seluruh peserta didik agar mengikuti TKA dengan tenang, percaya diri, tertib dan menjunjung tinggi kejujuran.
“Ikuti TKA ini dengan baik, tenang dan percaya diri. Kerjakan setiap soal sesuai dengan kemampuan sendiri dan jangan takut menghadapi tes,” ujar Momin Tomanusa.
Menurutnya, pelaksanaan TKA tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh nilai atau hasil akhir. Lebih dari itu, tes tersebut dapat menjadi instrumen untuk melihat kemampuan peserta didik secara lebih objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Hasil dari tes ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak-anak kita sekaligus menjadi dasar bagi kita untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran,” katanya.
TKA Sebagai Cermin Proses Pembelajaran
Momin menjelaskan, hasil TKA diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan kemampuan akademik peserta didik. Data tersebut penting bagi sekolah maupun Dinas Pendidikan dalam mengidentifikasi capaian pembelajaran sekaligus melihat aspek-aspek yang masih perlu diperkuat.
Dengan demikian, TKA tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan oleh peserta didik. Sebaliknya, tes harus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membantu anak mengenali kemampuan dan potensi dirinya.
Momin meminta para peserta didik mengerjakan setiap soal secara mandiri dan tidak menjadikan pencapaian nilai sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, proses yang dijalani dengan jujur dan sungguh-sungguh jauh lebih penting karena dapat membangun rasa percaya diri serta tanggung jawab dalam diri peserta didik.
Guru Diminta Ciptakan Suasana yang Nyaman
Dalam pelaksanaan TKA, Momin juga mengingatkan para guru untuk memberikan pendampingan secara proporsional serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Lingkungan yang tenang, menurutnya, akan membantu anak-anak berkonsentrasi dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang mereka miliki.
Guru juga diharapkan memberikan motivasi agar peserta didik tidak merasa terbebani dalam menghadapi tes.
“Yang paling penting adalah anak-anak berani menunjukkan kemampuan mereka. Jangan mengejar nilai semata, tetapi jadikan setiap proses belajar sebagai bekal untuk meraih cita-cita,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang angka dan hasil ujian. Pendidikan juga menyangkut proses pembentukan karakter, keberanian, kemandirian dan kemampuan anak dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menyiapkan Generasi Buru Selatan
Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan berharap pelaksanaan TKA dapat berlangsung aman, tertib, lancar dan objektif di seluruh satuan pendidikan yang melaksanakannya.
Hasil yang diperoleh nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk memperkuat mutu pembelajaran dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Buru Selatan.
Bagi Momin, setiap tes merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan. Karena itu, peserta didik tidak perlu takut terhadap hasil, tetapi harus berani menunjukkan kemampuan terbaik yang telah diperoleh melalui proses belajar.
TKA bukan sekadar tentang menjawab soal. Ia adalah ruang untuk belajar mengenal kemampuan diri, melatih kejujuran, membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan.
Dengan semangat tersebut, pelaksanaan TKA diharapkan tidak hanya menghasilkan gambaran mengenai kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi Buru Selatan yang cerdas, berkarakter, percaya diri dan siap menatap masa depan. (Yul)

Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!