Namrole,SBS_ Rentetan dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan ekstrem di dataran tinggi Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mendapat perhatian serius. Kepolisian Resor (Polres) Bursel turun tangan mengantisipasi ancaman wabah penyakit hingga potensi kerawanan sosial akibat krisis pangan dan air bersih.
Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bursel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Parningotan Lorena, di Dusun Walafau, Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, Selasa, 20 Oktober 2026. Langkah jemput bola ini dilakukan menyusul laporan warga yang kian terhimpit akibat sulitnya mengakses air bersih serta rusaknya lahan perkebunan akibat kebakaran di musim kemarau.
"Mitigasi jangka pendek sangat penting untuk mengantisipasi wabah penyakit di masyarakat, sekaligus mencegah ancaman kejahatan seperti pencurian atau perkelahian yang bisa timbul akibat tekanan kekurangan pangan dan air bersih," ujar Andi.
Polres Bursel mengerahkan kendaraan dinas double cabin beserta truk untuk menembus medan dan menyalurkan 2.200 liter air bersih yang dikemas dalam dua tandon. Bantuan tersebut langsung dibagikan kepada warga yang antusias mengantre dengan membawa jeriken serta berbagai wadah air. Guna memaksimalkan manfaatnya, Kapolres menginstruksikan agar air bersih tersebut diprioritaskan untuk keperluan konsumsi makan dan minum sehari-hari.
Aksi kemanusiaan ini membawa angin segar bagi 28 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Walafau. Greyen Nurlatu, salah satu warga setempat, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran aparat kepolisian di tengah krisis yang mereka hadapi. "Terima kasih Polres Bursel, lewat pa Kapolres dengan program air bersih saat ini, kami senang karena merasa sangat terbantukan, " tutur Nurlatu.
Hal senada diungkapkan Aya Tasane, yang mengaku warga sangat kesulitan karena satu-satunya sungai di dusun mereka kini semakin mengering.
Selain Dusun Walafau, Polres Bursel telah mendata sejumlah titik lain yang menjadi sasaran distribusi air bersih berikutnya, meliputi Dusun Fatsinan, Desa Kamlanglale, hingga kawasan Kilo Lima.
Melalui aksi nyata ini, Polres Bursel berharap terbangun kesadaran kolektif agar pemerintah daerah bersama organisasi pemuda dan berbagai elemen masyarakat dapat segera duduk bersama merumuskan solusi jangka pendek maupun panjang bagi pemulihan warga terdampak kekeringan di Bursel. (Yul)


Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!