Close
Close

Gerak Cepat Bupati La Hamidi, Minta BWS Prioritaskan Titik Kritis Abrasi di Waenono

NAMROLE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dalam melindungi keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Bupati Buru Selatan, La Hamidi, yang bergerak cepat merespons keluhan warga Desa Waenono, Kecamatan Namrole, terkait abrasi pantai yang semakin mengancam permukiman di kawasan pesisir.

Sejumlah warga yang terdampak bahkan mendatangi langsung Kantor Bupati untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami. Tidak menunggu lama, Bupati La Hamidi bersama warga segera turun ke lokasi guna melihat secara langsung kondisi bibir pantai yang terus terkikis dan mengancam rumah-rumah penduduk.

Di lokasi, Bupati langsung meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buru Selatan, Hj. Samsul Sampulawa, mempertemukannya dengan pelaksana lapangan, konsultan pengawas, serta pengawas dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku yang saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan talud dan beton pemecah ombak di Desa Waenono.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Buru Selatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan, terlebih memasuki musim angin timur yang diprediksi akan meningkatkan intensitas gelombang laut dalam beberapa bulan mendatang.

“Beberapa jam yang lalu kami didatangi keluarga masyarakat Desa Waenono yang terdampak bencana. Kalau dilihat secara kasat mata, kondisi rumah warga yang berada di tepian pantai ini sangat memprihatinkan. Bisa saja pada musim timur ini rumah-rumah tersebut roboh jika tidak segera ditangani,” kata Bupati La Hamidi kepada awak media.

Menurutnya, keberadaan proyek pembangunan talud dan pemecah ombak yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku harus benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dengan mengutamakan titik-titik yang paling rawan.

“Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai agar pelaksanaan pekerjaan lebih difokuskan pada kawasan yang sangat kritis dan rawan. Sehingga masyarakat bisa lebih tenang menghadapi musim ombak timur yang saat ini baru memasuki tahap awal dan diperkirakan beberapa bulan ke depan akan lebih besar lagi,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah atas aspirasi masyarakat.

“Ini bentuk respons cepat kami atas keluhan masyarakat. Kami telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan meminta agar pekerjaan talud dan pemecah ombak difokuskan pada spot-spot yang sudah sangat rawan dan berpotensi menghancurkan rumah warga,” tegasnya.

Dalam pertemuan bersama pelaksana proyek, Bupati La Hamidi secara khusus meminta agar pekerjaan diawali dari titik-titik yang telah mengalami kerusakan paling parah dan masuk kategori darurat.

“Kita minta mereka agar lokasi pekerjaan difokuskan ke titik atau spot-spot yang sudah rawan dan emergency,” terangnya.

Sementara itu, Tim Leader sekaligus Konsultan Pengawas proyek, Winarto, menjelaskan bahwa pembangunan talud dan pemecah ombak yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku seluruhnya berada di Desa Waenono dengan total panjang penanganan mencapai 200 meter.

Menurutnya, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 sesuai masa kontrak selama 293 hari yang dimulai sejak 12 Maret 2026.

“Produksi pekerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 30 persen. Kami optimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu. Bahkan bila diperlukan kami bekerja pada malam hari karena kondisi pasang laut pada siang hari cukup menyulitkan pekerjaan,” ungkap Winarto.

Menanggapi arahan Bupati agar pekerjaan lebih difokuskan pada titik-titik yang paling kritis, Winarto mengaku akan segera melaporkannya kepada pimpinan Balai Wilayah Sungai.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, lokasi yang diusulkan Pak Bupati memang harus segera ditangani. Apa yang menjadi permintaan beliau akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk mendapatkan persetujuan sehingga pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelumnya juga telah meninjau lokasi tersebut dan melaporkannya kepada pimpinan BWS.

“PPK juga sudah melihat lokasi ini dan sudah dilaporkan ke pimpinan, namun karena pimpinan masih sibuk, kami masih menunggu informasi balik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pengawas Balai Wilayah Sungai selaku Direksi Supervisi, Benjamin. Ia memastikan arahan Bupati agar pekerjaan dimulai dari titik-titik yang mengalami kerusakan berat akan menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek.

Kunjungan lapangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Selatan Prof. Ali Awan, Kepala Dinas PU Hj. Samsul Sampulawa beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan Momin Tamanusa, Sekretaris BPBD Melkior Solissa, Camat Namrole Nazar Solissa, Penjabat Kepala Desa Waenono Nickolas Seleky, Pengawas Direksi Supervisi BWS Benjamin, serta Tim Leader Konsultan Pengawas Winarto.

Langkah cepat yang diambil Bupati La Hamidi menjadi gambaran hadirnya pemerintah di tengah masyarakat saat ancaman bencana mengintai. Dengan mendorong penanganan pada titik-titik paling kritis, diharapkan abrasi pantai yang selama ini menghantui warga Desa Waenono dapat segera diminimalkan sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan tenang.

(AL)

Alternatif judul:

  1. Dengar Keluhan Warga, Bupati La Hamidi Turun Langsung Tinjau Abrasi Pantai Waenono


  2. Rumah Warga Terancam Ombak, Bupati La Hamidi Desak Penanganan Darurat di Waenono

  3. Tak Tunggu Lama, Bupati La Hamidi Turun Tangan Selamatkan Pesisir Waenono dari Abrasi

  4. Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Bupati La Hamidi Fokuskan Penanganan Abrasi Waenono

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post