Close
Close

Polres Bursel Jaga Harga Pangan Jelang Idul Fitri

Namrole
,SBS-Menjelang bulan suci Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Buru Selatan (Bursel) tak tinggal diam dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bursel dan instansi terkait, mereka melancarkan strategi proaktif memastikan pasokan pangan aman dan harga Bahan Pokok (Bapok) terkendali di tengah antisipasi lonjakan permintaan.

Kekhawatiran akan lonjakan harga yang memberatkan warga menjadi pemicu utama langkah ini. Pada Rabu, 11 Maret 2026, pukul 11.00 WIT, suasana khidmat menyelimuti rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bursel. Evaluasi mendalam mengenai perkembangan harga dan stok bapok krusial menjelang Lebaran menjadi agenda utama.

Rapat yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Kabupaten Bursel, Herman Cunrad Waemesse, dihadiri jajaran penting seperti Asisten II dan III Setda, Kasat Reskrim Polres Bursel Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yefta Marson Malasa, Inspektur Kabupaten, Kepala Dinas (Kadis) Infokom Rudi Hartono Seram, Plt Kasatpol PP Rahmat Loilatu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian, Sekdis Perdagangan Meisyor Wutlanit, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Rina Prasetyo, Kabid Ketahanan Pangan, serta Sekretaris Bappeda. Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi gejolak ekonomi.


Dalam forum tersebut, Kabid Perdagangan memaparkan gambaran stok di pasaran dan tren harga komoditas. Dinas Ketahanan Pangan turut menyajikan data neraca pangan daerah, termasuk perkiraan ketersediaan beras yang diklaim cukup untuk sekitar 38 hari ke depan. Data ini memberikan sedikit kelegaan, namun kewaspadaan tetap dijaga.


Kasat Reskrim Polres Bursel, AKP Yefta Marson Malasa, menyuarakan keprihatinan atas kenaikan harga yang mulai terasa pada beberapa komoditas vital. Ia menyoroti lonjakan harga cabai merah yang dilaporkan mencapai Rp150.000 per kilogram, serta kelangkaan minyak tanah (mitan) yang berdampak pada kenaikan harga menjadi Rp9.000 per liter di beberapa titik penjualan. Fenomena ini sangat membebani masyarakat kecil.


Menyikapi dinamika tersebut, TPID memutuskan untuk segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan minyak tanah. Pemantauan langsung di Pasar Kai Wait juga menjadi prioritas untuk memverifikasi stabilitas harga dan ketersediaan bapok.


Segera setelah rapat usai, tim gabungan bergerak cepat menuju pangkalan mitan. Tujuannya adalah memastikan setiap liter mitan disalurkan sesuai ketentuan dan pada harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.000 per liter. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi warganya dari praktik yang tidak terpuji.


TPID Kabupaten Bursel telah merencanakan serangkaian sidak lanjutan pada Kamis, 12 Maret 2026. Langkah ini menegaskan komitmen untuk terus memantau ketersediaan dan keterjangkauan harga bapok, demi kenyamanan masyarakat dalam menyambut Idul Fitri.


"Kami berkomitmen mengawasi distribusi bapok, memberantas praktik penimbunan, serta mencegah permainan harga yang dapat merugikan masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan seluruh warga Kabupaten Bursel terpenuhi dengan baik menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H/ 2026 M, " ujar Malasa. (Yul) 

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post