Namrole,SBS_ Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) resmi mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 AMGPM yang berlangsung di halaman Depan Gereja Wae Fuhan Prangit Jemaat GPM Labuang, Jumat,6 Maret 2026. Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggilan bagi seluruh kader untuk memperkuat iman, pelayanan, serta peran sosial di tengah masyarakat.
Ketua Daerah AMGPM Bursel, Erens J. Tasidjawa, dalam pidatonya menegaskan bahwa perjalanan organisasi yang telah mencapai usia 93 tahun merupakan momentum penting menuju satu abad pengabdian AMGPM.
Tasidjawa menyebut, bahwa gereja, pemerintah, dan pemuda memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah.
“Kesatuan ini penting, di mana gereja membina iman, pemerintah menghadirkan kebijakan dan arah pembangunan, dan pemuda menjadi pelaku utama perubahan sosial,” kata Erens.
Mengusung tema “Ziarah Profetik AMGPM Menuju Seratus Tahun, Tekun Melayani Sesuai Kehendak Tuhan”, ia menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi arah gerak organisasi untuk terus berjalan dalam kesadaran panggilan Tuhan, disertai disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral.
Menurutnya, menuju usia satu abad AMGPM, tantangan utama adalah memastikan seluruh ranting dan cabang organisasi tetap aktif serta kader terus bertumbuh dalam iman dan karakter.
“Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak jemu berbuat baik. Itu berarti kita harus tetap tekun melayani meski dalam keterbatasan dan di tengah tantangan zaman,” tutur Tasidjawa.
Pencanangan HUT ke-93 AMGPM di Bursel dilaksanakan secara serentak di 38 ranting dan 8 cabang di seluruh wilayah kabupaten. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat.
Tasidjawa juga mengajak seluruh kader untuk menjaga solidaritas dan toleransi, terlebih karena rangkaian kegiatan berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
“Kita harus merawat persaudaraan lintas iman dan menciptakan suasana harmonis sebagai kekuatan dalam membangun kebersamaan hidup Kai Wait di Bursel,” ujar Erens yang juga wartawan televisi ini.
Ia menegaskan bahwa AMGPM siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang beriman, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.
Sementara itu, Koordinator Wilayah AMGPM Buru–Buru Selatan, Sami Latbual, menegaskan bahwa pencanangan HUT AMGPM harus dimaknai sebagai momentum syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan organisasi.
Menurutnya, AMGPM memiliki dua fungsi penting, yakni sebagai organisasi pemuda gereja sekaligus organisasi kepemudaan yang memiliki tanggung jawab sosial lebih luas.
“AMGPM harus memainkan peran strategis, baik untuk kemajuan gereja maupun dalam mendukung kebijakan pemerintah di setiap tingkatan,” kata Latbual.
Ia juga mengingatkan para kader agar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari sesuai motto AMGPM, “Kamu adalah Garam dan Terang Dunia.”
“Jika kita dipercaya menjadi guru, maka mengajarlah dengan sungguh-sungguh. Jika menjadi birokrat, bekerjalah dengan disiplin dan loyalitas. Itulah bentuk pelayanan kita,” tutur Sami.
Latbual juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah serta bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak memicu konflik yang merugikan organisasi maupun daerah.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bursel akan menjadi tuan rumah Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM pada 2029, sehingga seluruh kader diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
“Kegiatan ini bukan hanya mempertaruhkan nama AMGPM Bursel, tetapi juga wajah pemerintah daerah di mata Maluku dan Maluku Utara,” tandasnya.
Ketua Klasis GPM Bursel, Wendel Lesbassa, menilai momentum pencanangan HUT AMGPM menjadi ruang penting untuk memperkuat relasi kemanusiaan dan spiritualitas di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa perayaan ini berlangsung dalam suasana religius yang beriringan dengan ibadah Ramadan bagi umat Muslim serta masa Minggu Sengsara bagi umat Kristen.
“Di sinilah kita dipertemukan dalam kesetaraan sebagai manusia. Relasi kita dengan Tuhan selalu diwujudkan dalam relasi kemanusiaan,” tutur Wendel.
Lesbassa juga menegaskan bahwa AMGPM sebagai organisasi kader berperan penting dalam menggerakkan potensi generasi muda gereja yang berusia 17 hingga 45 tahun.
"Untuk itu usia produktif ini harus di manfaatkan untuk pelayanan dan ikut terlibat aktif dalam arah pembangunan daerah," pungkasnya.
Ditempat yang sama, Bupati Bursel, La Hamidi, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan pencanangan HUT AMGPM secara serentak di seluruh wilayah Bursel.
Menurutnya, perjalanan 93 tahun AMGPM merupakan bukti komitmen organisasi tersebut dalam membina generasi muda dan berkontribusi bagi kehidupan sosial masyarakat.
“Tema yang diusung tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan organisasi harus memiliki arah dan komitmen untuk melayani serta memberi manfaat bagi sesama,” kata La Hamidi.
Ia juga menilai berbagai kegiatan yang dilakukan AMGPM, seperti olahraga, aksi bersih lingkungan, hingga kegiatan sosial, menunjukkan kehadiran organisasi ini di tengah masyarakat.
Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di Bursel, terlebih kegiatan AMGPM berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan.
“Bursel dibangun atas nilai kebersamaan dan persaudaraan. Nilai itu harus terus kita jaga bersama agar pembangunan daerah berjalan dengan baik,” ujar La Hamidi.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang AMGPM sebagai mitra strategis dalam membina sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap masyarakat.
"AMGPM adalah mitra Pemda dalam berbagai segi, " tutupnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pencanangan, AMGPM juga menyalurkan bingkisan sembako kepada para janda dan duda, yang ada di AMGPM Ranting Ebraun, Ranting Muan Modan, dan Ranting Tolot Lea. Usai jalan santai, dilanjutkan dengan senam bersama.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial AMGPM sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk terus hadir melayani masyarakat.
Dengan semangat menuju satu abad pengabdian, seluruh kader AMGPM Bursel diharapkan semakin solid, militan, dan konsisten dalam menjalankan panggilan pelayanan bagi gereja, masyarakat, dan daerah. (Yul)

Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!