Close
Close

DPD KNPI Versi Hakim Souwakil Sosialisasi Hukum, Bagi Sembako dan Masker

Namrole, SBS 
Setelah menyalurkan beras sebanyak 1 ton bagi masyarakat Namrole pada bulan Juni 2020, kini KNPI Bursel dibawah pimpinan Hakim Souwakil dan Mahmud Seknun kembali melakukan aksi nyata.


Kali ini, Souwakil dan sejumlah pengurus dalam Semarak KNPI melakukan aksi sosial berupa pembagian sembako dan masker serta melakukan penyuluhan Hukum bagi masyarakat kecamatan Waesama, Kabupaten Bursel, Senin (20/9/21).


Kegiatan ini melibatkan 3 nara sumber yaitu Wakil Bupati Bursel, Gerson Eliaser Selsily, Wakapolres Buru, Janny Parinussa dan Drs. Juanda dari pihak akademisi.


Wakil Bupati Bursel memberikan materi tentang kehidupan tertib hukum menuju pembangunan Bursel yang semakin maju, Wakapolres Buru memberikan materi tentang Kamtibmas dan akibat serta sanksi - sanksi bagi pelanggaran hukum, sedangkan pihak akademis membawakan materi tentang pendekatan manusia, sosial dan kultur.


Turut hadir dalam kegiatan itu, Asisten I Bupati Bursel, Alfario Soumokil, Kabag Humas, Arens Solissa, Kepala Kesbangpol, Ramly Solissa, Kasat Pol PP, Asnawi Gay, Kapolsek Waesama, Ipda Dede Rifai, Camat Waesama, Raja Waesama, Kepala Desa Se-kecamatan Waesama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, kepala dusun se-kecamatan Waesama dan tamu undangan lainnya.

Ketua DPD KNPI Bursel, Hakim Souwakil dalam keteranganya kepada wartawan, Selasa (21/9/21) malam mengatakan, selain memberikan edukasi dan pemahaman Hukum kepada masyarakat, kegiatan ini juga dalam rangka mensukseskan 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bursel.


Menurutnya, kegiatan semarak KNPI Bursel adalah program prioritas yang mana subtansinya untuk menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan masyarakat yang mengerti hukum.


"Kita tau bersama Kecamatan Waesama beberapa tahun ini bergejolak dengan tindakan-tindakan pidana, sering terjadi pertikaian sehingga kegiatan ini menjadi langka konkrit dan strategis dalam membentuk kesadaran hukum setiap masyarakat yang ada di Kecamatan Waesama," ucap Souwakil.


Kata Souwakil, Secara geografis masyarakat di kecamatan Waesama memiliki kultur yang kemudian mempengaruhi psikologi tindakan yang mengarah ke perbutan - perbuatan melanggar hukum seperti primodialisme marga dan kultur - kultur yang lain yang menyebabkan pola pikir lebih cenderung ke fanatisme sehingga terjadi konflik - konflik sosial dan perbuatan - perbuatan melanggar hukum.


Untuk itu, langka - langka yang dilakukan KNPI ini adalah bentuk strategis guna menyadarkan masyarakat bahwa sebenarnya hidup tentram, menjaga persatuan, menjaga kerukunan kehidupan Kai Wait (Orang sudara) merupakan sesuatu yang sangat penting dalam mendorong proses pemerintahan dan pembangunan kabupaten Bursel yang lebih maju dan berkembang. 


"Persatuan yang baik, stabilitas keamanan wilayah yang terjamin akan berdampak pada kemajuan ekonomi, kemajuan pembangunan, kemajuan demokrasi dan kemajuan - kemajuan lainnya, itu yang penting," terangnya.


Disamping penyuluhan hukum, pihaknya juga telah menunjukan rasa peduli dengan membagikan sembako bagi masyarakat untuk menghadapi susahnya kehidupan di saat pandemi Covid -19.


"Kami salurkan Beras, Kopi, Gula, mangkuk dan masker dan lain - lain untuk membantu masyarakat beberapa hari kedepan," tambahnya.


Senada, Sekretaris DPD KNPI Bursel, Mahmud Seknun juga mengatakan, dalam kerja - kerja pengurus DPD Bursel terus melakukan aksi nyata. Dimana kegiatan yang berlangsung di kecamatan Waesama adalah bentuk kepedulian KNPI terhadap kondisi masyarakat di sana.


"Kami libatkan masyarakat pesisir dan masyarakat adat. Kami ingin menyamakan persepsi masyarakat Waesama tentang kesadaran hukum," ujarnya.


"Pelanggaran - pelanggaran hukum itu terjadi karena kurang sosialisasi sehingga dengan kegiatan yang kami lakukan, kami sungguh berharap masyarakat perlahan-lahan dapat menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan melanggar hukum yang berlaku di negara ini. Pelanggaran hukum itu memiliki konsekuensi bagi setiap orang yang melanggar," sambungnya.


Koordinator kegiatan, Dayan Soulissa juga angkat bicara. Katanya, kegiatan semarak KNPI Bursel merupakan agenda yang diputuskan dalam rapat kerja KNPI yang mengacu pada visi misi pemerintah dimana aspek hukumlah dan kondisi sosial masyarakatlah yang menjadi prioritas.

"Kondisi masyarakat disana akhir - akhir ini perlu dan sangat membutuhkan perhatian terkhususnya di bidang hukum maupun kondisi sosial. Maka itu kami memberikan pemahaman, pengetahuan serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dengan harapan tercipta masyarakat berhati nurani, berbudaya dan cerdas hukum," tambah Soulissa.


"Intinya kami ingin menciptakan wilayah Waesama dan Bursel ini aman dan tidak ada kasus - kasus yang mencekam. Kami ingin Bursel maju dan berkembang dari berbagai segi," tandasnya.


Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Bursel, Gerson Eliaser Selsily dan semua tamu undangan yang hadir. Bahkan dalam sambutan Wakil Bupati Bursel pada kegiatan tersebut, Selsily berharap persoalan yang bernuansa kedaerahan dan masih sempit agar dapat diredam dengan pendekatan stabilitas politik dan pendekatan kebudayaan serta kemandirian lokal.

“Membangun kehidupan baru bagi daerah Bursel di masa depan sangatlah tepat jika menggunakan konsepsi kemandirian lokal, dimana pendekatan kebudayaan lokal menjadi bagian dari strategi pembangunan masyarakat dan daerah ini juga harus didukung dengan kondisi wilayah yang aman," ucap Selsily.


Pendekatan ini diyakini Selsily dapat menumbuhkan kebanggaan pada setiap warga Bursel terhadap diri, budaya dan kultur.


“Yang perlu kita ingat modal dasar pembangunan adalah Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ditambah wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan ketahanan nasional sebagai geostrategis,” pungkasnya. (SBS/02)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post